Senin, 15 September 2008

5.500 Paket Untuk Tukang Becak


Sebagian Masih Belum Terdistribusikan
Jombang, Bhirawa
Sudah menjadi agenda tahunan, setiap bulan romadlon, pemerintah kabupaten Jombang membagikan beras dan uang kepada tukang becak. Senin (15/9) sebanyak 4825 abang becak yang mangkal di kawasan Jombang Kota mendapatkan bingkisan beras 5 kg dengan uang sebesar Rp 50.000.

Bupati Ali fikri, yang ikut membagikan menjanjikan untuk tahun depan tidak hanya abang becak yang berada dikawasan Jombang kota yang menerima, akan tetapi juga abang becak yang mangkal di kawasan pasar diharapkan juga bisa mendapatkannya. “Insyaallah kedepan, apabila jumlah abang becak terdata dengan valid, tidak hanya abang becak yang ada didalam kota Jombang saja yang akan mendapat bingkisan, tapi seluruh Kabupaten Jombang juga akan dapat bingkisan lebaran,” tutur Bupati yang diamini seluruh penerima bingkisan lebaran.
Pada bulan romadlon 1429 Hijriyah ini, pemkab Jombang membagikan sebanyak 5500 paket beras, bingkisan beras dan uang kali ini lebih besar dari pada tahun-tahun sebelumnya dan kali ini tidak hanya abang becak yang menerima, sebanyak 325 pasukan kuning, 89 petugas kebersihan pasar, 55 pemulung barak tuna karya, 50 orang dari yayasan penuh warna Jogoroto dan 156 orang peminta-minta juga banyak yang kebagian zakat pemkab Jombang.” Sekitar Rp 200 Juta dana dari APBD yang kita saediakan untuk ini,”ujar Yuli kasi Bagian Sosial pemkab Jombang usai pembagian.
Meski sudah dibagi-bagikan, tumpukan beras 5 kiloan masih terlihat menumpuk di kantor bagian sosial yang belum terdistribusikan. Mungkin masih menunggu siapa yang bakal mengambil. Beras-beras itu dibungkus dengan logo pemkab Jombang. rur

Kamis, 11 September 2008

Sidang Sugik Di PN Jombang

OC Kaligis Turun Gunung Bersama 22 Pengacara
Jombang, Bhirawa
Tidak tanggung- tanggung, O.C Kaligis pengacara asal Jakarta ini hadir langsung untuk membela Sugianto alias Sugik yang didakwa telah membunuh Asrori kebun tebu Bandarkedungmulyo Jombang saat sidang ke tiga di Pengadilan Negeri Jombang, Kamis (11/9). Kaligis datang bersama 22 timnya langsung dari Jakarta.
Kepada Jaksa penuntut Umum (JPU) O.C Kaligis sempat mempertanyakan status Sugik apakah masih menjadi terdakwa mengingat status mayat Asrori yang ditemukan di kebun tebu Desa Braan Kecamatan Bandar Kedungmulyo saat ini menjadi Mr.X dan masih dalam penyelidikan petugas kepolisian

Kaligis juga mempertanyakan, pakaian Sugik saat menjalani persidangan di PN Jombang. Karena menurutnya Sugik masih belum dinyatakan bersalah. Sugik sendiri dalam persidangan mengenakan pakaian putih dengan kombinasi orance.” Perpedoman pada asas praduga tak bersalah, seharusnya klien kami tidak menggunakan pakaian tahanan seperti itu, karena dia belum diputus bersalah,” ujarnya mempertanyakan.
Menanggapi pertanyaan pengacara kondang itu, JPU mengatakan bahwa Sugik tetap mennyandang status terdakwa. ” Soalpakain itu hanya untuk membedakan terdakwa dengan pengunjung yang hadir dalam persidangan,”jawab Yusup salah satu Jaksa ini singkat.
Dalam persidangan dengan agenda tanggapan atas eksepsi yang dibacakan penasehat hukum kemarin, JPU menyatakan bahwa terdakwa Sugik dijadikan terdakwa karena adanya pernyataan dua terdakwa sebelumnya yaitu Imam Hambali alias Kemat dan Devid Eko Priyanto yang dipaksa oleh tim tim penyidik untuk menyeret Sugik menjadi terdakwa. "Kami tetap yakin bahwa proses penyidikan sesuai dengan prosedur dari kejaksaan maupun kepolisian,”tandas Yusup seraya mengatakan bahwa surat dakwaan bernomor PDM/633/Jombang/08.08 tertanggal 19 Agustus 2008 telah dibuat sebagaimana mestinya dan sesuai dengan perundang-undangan yaitu pasal 143 ayat dua KUHAP.
Meski kini kasus Asrori kebun tebu bandarkedungmolyo masih dalam penyelidikan mabes Polri, JPU menyatakan bahwa surat dakwaan yang dibuatnya sudah sesuai dengan BAP Polri dan Kejaksaan, ” Kejakasaan masih yakin kalau mayat yang ditemukan di kebun tebu Desa Braan Kecamatan Bandar Kedung Mulyo adalah Asrori. Jadi kita tetap menginginkan persidangan terdakwa Sugianto tetap dilanjutkan,”terang Yusuf menambahkan. Rur


Presiden Dorong Perajin Pinjam KUR


Rp 5 Triliun Belum Terserap
Jombang, Bhirawa
Presiden SBY menndorong para pengusaha kecil untuk mengajukan permodalan melalui kridit usaha rakyat (KUR) yang telah dikucurkan pemerintah. Pasalnya hingga kini Kridit Usaha Rakyat yang digelondorkan pemerintah yang masih belum terserap sebanyak Rp 5 triliun.
Demikian yang dikatakan presiden SBY saat berdialog dengan perajin manik-manik dan petani asal Desa Plumbon Gambang Gudo kabupaten Jombang, kamis (11/9) dibalai desa setempat. "Dari Rp 14 Triliun yang dikucurkan pemerintah untuk pinjaman usaha kecil ini, sudah terserap Rp 9 triliun. Dan sisanya masih Rp 5 Triliun hingga kini belum terserap,"kata presiden menjelaskan.
Dalam kesempatan itu SBY juga berjanji membantu perajin manik-manik berbahan limbah kaca tersebut bisa lebih meningkat dalam bidang produksi dan pemasaran. Hal ini menjawab permintaan kelompok perajin yang disampaikan ketua kelompoknya, Prayit saat berdialog.
Permintaan perajin disanggupi presiden dengan memberikan bantuan alat pemotong kaca agar hasil keraijan manik-manik lebih baik. ” Soal pemotong kaca akan kita bantu agar lebih bagus kerajinanannya, dan bisa bersaing dengan produksi luar negeri, ”tandas SBY seraya mengatakan soal pemasaran itu menteri yang akan mencarikan dan mengkomunikasikan.
Dalam kunjungan kerjanya kemarin presiden yang didampingi Ny Ani Yudhoyono, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menkokesra Aburijal Bakri, Menkeu Sri Mulyani, Menristek M Nuh, Mensesneg Hatta Rajasa nampak cukup terkesan. SBY sempat melihat secara langsung proses pembuatan manik-manik yang kini telah merambah hingga manca negara tersebut.
Para perajin dengan alat tradisional mengolah bahan baku dari limbah kaca dan membentuknya menjadi manik-manik berbagai jenis, bentuk dan ukuran sesuai selera pemesan. Manik-manik yang kini sedang digemari dipasaran dalam negeri seperti bali, Jogja dan kalimantan adalah berupa Gelang, Kalung hingga Tasbih cantik.
Sebelum beranjak menuju Petrokimia Gresik, Presiden juga sempat meninjau irigasi di Desa setempat yang dikeluhkan petani. Disamping itu SBY bersama Ny i Yudhoyono juga membagikan sebanyak 1000 paket sembako kepada warga Desa Plumbon Gambang Gudo. Rur

Presiden Lihat Pembuatan Manik-manik Kaca



Presiden SBY didampingi ibu any Yudhoyono meninjau langsung pembuatan kerajianan manik-manik dari bahan limbah kaca yang ada di desa Plumbon Gambang Gudo kabupaten Jombang.
Manik-manik produksi perajin Gambang Gudo ini telah menembus pasar mancanagara disamping untuk kebutuhan pasar dalam nageri seperi bali, Jogja dan Kalimantan.
Presiden anmapak sangat peduli dengan produksi kerajinan dari limbah kaca ini dan memberikan bantuan alat pemotong kaca kepada kelopmpok perajin. Jumlah perajin manik-manik di desa Gambang gudo ini diperkirakan mencapai 120 orang dengan melibatkan pekerja hingga seribu lebih.

Rabu, 10 September 2008

Presiden Di Jadwalkan Ke Jombang



Adakan Temu Wicara Pengrajin Manik-Manik Gudo
Jombang, Bhirawa
Persiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari ini, Kamis (12/9) dijadwalkan berkunjung ke kabupaten Jombang. SBY bakal mengadakan temu wicara dengan perajin manik-manik berbahan baku limbah kaca di Desa Plumbon Gambang Gudo Jombang yang mencapai ratusan perajin dan telah merambah mancanegara ini.
” Sesuai jadwal yang kita terima, beliau (Presiden SBY) bakal datang sekitar pukul 10.00 WIB, dan mengadakan temu wicara dengan para pengrajin manik-manik,”tutur Agus panuwun Kabag Humas Jombang,kemarin.
Untuk menyambut kedatangan presiden SBY ini, nampak kesibukan terlihat di pemkab Jombang. Rabu (10/9) persiapan keamanan dilakukan jajaran Muspida yang melibatkan Polisi, TNI.

Manik-manik berbahan baku limbah kaca yang diproduksi perajin Desa Plumbon Gambang Gudo Jombang sudah banyak dikenal diberbagai pasar dalam negeri, bahkan hingga manca negara. ” Pemasarannya banyak di Bali dan Kalimantan, bahkan temen-temen sudah merambah manca negera, Eksport dan semuanya tergantung pemesannya juga sih, ”ujar Agung Pramono (61), salah seorang pengrajin yang sudah merintis usaha sejak tahun 1986.
Dengan perkembangan mode, para perajin yang diperkirakan mencapai 150 orang ini menerima pesanan sesua dengan apa yang diinginkan konsumen. Untuk memproduksi manik-manik, para perajin membutuhkan bahan baku kaca duralek sekitar 10 ton perbulan. Bahan baku itu diperoleh dari pengepul yang dipasok pemulung pecahan kaca dan sebagian lainnya impor dari China.
” Biasanya kalau mereka minat datang dengan membawa contoh, dan kita-kita yang menyesuaikan, seperti tasbih ini, saat bulan puasa banyak pemesannya,”ujar Munjidah salah satu perajin sambil menunjukkan contoh hasil tangannya.
Selain ekspor, kata dia, perajin manik-manik di Desa Plumbon yang berjumlah sekitar 150 juga memasarkan produknya ke sejumlah pasar dalam negeri, khususnya Bali dengan omzet sekitar Rp 20 juta per bulan. Harga manik-manik berkisar antara Rp 500 hingga Rp 50 ribu per biji tergantung jenis dan kualitasnya.
Para perajin di Desa Plunbon bambang sudah menekuni manik-manik sejak sekitar tahun 1970 an. Bahkan kini pemerintah kabupaten Jombang membentuk Asosiasi Pengusaha Manik Manik dan Aksesoris (APMA).” Kedepan diharapkan manik-manik aksesoris Jombang memiliki brand tersendiri dan pengusahanya akan mendapat kemudahan baik dalam proses perijinan SIUP, maupun permodalan”, jelas Drs. Insulistiono Kepala bagian Penanaman Modal Jombang. Rur

Senin, 08 September 2008

Dua Caleg PDIP Terancam Di Coret

Lebih Kuota Di Dapil IV dan VI
Jombang, Bhirawa
Sukses mengantarkan kadernya menduduki bupati Jombang untuk kedua kalinya. PDIP banyak diminati Calon legisaltif (Caleg). Bahkan caleg dari partai berlambang banteng bermoncong putih ini melebihi kuota yang ditentukan di dua daerah pemilihan (Dapil) dan terancam di coret.
Kedua dapil yang caleg PDIP melebihi kuota 120 persen itu berada di Dapil IV yang meliputi, Ngoro, Bandarkedungmulyo, Gudo dan Perak serta VI yang meliputi Plandaan, Ploso, Kabuh Ngusikan dan Kudu. Meski di dua dapil ini ada tambahan masing-masning satu kursi namun jatah yang ditentukan untuk partai politik mengajukan calon tidak boleh lebih dari 120 persen


” Dapil IV misalnya kursi yang disediakan sebanyak 9 kursi maka partai tidak boleh mendftarkan caleg lebih dari 11 orang. Begitu pula di Dapil VI yang hanya menydiakan 8 kursi maka caleg hanya diperbolehkan memasang lebih dari 9 caleg pada setiap partai,”ujar Minan Rahman
PDIP untuk pemilu legislatif 2009 mendaftarkan sebanyak 62 kadernya mengikuti kompetisi menjadi caleg. Dan jumlah ini merupakan yang paling besar dari 36 partai yang ikut mendaftarkan calegnya di KPU kabupaten Jombang.
Sementara itu, partai pemenang pemilu 2004 lalu, PKB pada pencalegkan kali ini mendftarkan sebanyak 42 caleg 12 orang adalah wajah lama. Begitu pula dengan Partai Golkar juga masih memasang wajah lama disamping wajah-wajah baru termasuk juga mantan calon bupati Nyono Suharli dan ketua Partai golkar, Hendy setiawan.Partai Golkar mendaftarkan sebanyak 36 caleg.
Tidak mau kalah, PPP juga tetap memasang 4 anggota dewan aktif ikut dalam pileg 2009 mendatang. PPP Mendaftarkan sebanyak 43 caleg. Sedangkan Partai Demokrat yang memiliki 6 kursi mendaftarkan sebanyak caleg 37, partai SBY ini juga tetap memasang orang lama. Begitu pula dengan PAN yang memiliki dua kursi juga tetap memasang kembali dua anggota dewan aktifnya, yakni Muslimin.
Kursi DPRD Kabupaten Jombang memang mendapat tambahan, pada pemilihan 2004 lalu sebanyak 45 kursi untuk pemilihan legislatif 2009 menjadi 50 kursi. Yakni setiap daerah pemilihan (Dapil) mendapat tambahan satu kursi kecuali dapil V meliputi Kecamatan megaluh, Tembelang dan Kesamben. rur

Minggu, 07 September 2008

Masih Diminati

715 Caleg Bakal Merebut 50 Kursi DPRD
Jombang, Bhirawa
Duduk sebagai wakil rakyat di DPRD ternyata masih banyak diminati, bahkan bisa menjadi rebutan. Hal ini terlihat dari membludaknya pendaftar sebagai calon legislative (caleg) yang kemarin berkasnya dikemablikan KPU pada masing-masing partai peserta pemilu legislative 2009 mendatang.
Dari 50 kursi DPRD yang disediakan untuk pileg 2009 bakal diperebutkan sebanyak 715 calon legislative. Mereka dari 36 parpol yang telah lulus dan sah mengikuti pemilu 2009 mendatang.

” Ada tambahan 5 kursi, jika sebelumnya hanya 45 kursi pada pileg 2004 lau untuk 2009 mendtang sebanyak 50 kursi. Ini karena adanya pertambahan penduduk,”ujar minan Rahman anggota KPU Jombang menuturkan.
Minan menambahkan, dari 715 caleg tersebut kini semuanya dikembalikan pada masing-masing partai yang memberangkatkan. Karena ada beberapa berkas dan persyaratan yang kurang dan harus dipenuhi.”Seperti keterlibatan 30 persen perempuan, dan juga peletakan nomor urut bagi caleg perempuan juga dipertimbangkan,”tandasnya. Beberpa caleg juga belum mmenuhi surat SKCK, Kesehatan.
Ketua Pokja pencalonan ini mengatakan, KPU memberikan batas akhir perbaikan kelengkapan berkas pada semua caleg hingga tanggal 16 September mendatang. ”Mereka bisa dicoret jika hingga batas akhir perbaikan belum melengkapinya,”,”ujar Minan menambahkan.
Dalam waktu proses perbaikan ini, lanjutnya partai politik diminta melengkapi kuota perempuan 30 persen, disamping juga menyusun daftar nomor urut bagi caleg perempuan pada nomor satu hingga tiga.” kalau nomor satu caleg laki-laki maka nomor dua atau tiga harus perempuan begitu sebaliknya,”jelasnya.
Minan juga menjelaskan bahwa saat perbaikan partai politik juga bisa dan mengubah dan menambah caleg.” Asalkan tidak melebihi dari 120 persen dari atah kursi yang tersedia di daerah pemilihan,”tuturnya seraya mencontohkan untuk Dapil I yang meliputi Jombang dan Peterongan, misalnya jatah kursinya sebanyak 8 maka caleg yang diajukan partai tidak boleh lebih dari 10 caleg. rur