Sama-Sama Berpeluang Dapat Dukungan PKB
Jombang, Bhirawa
Meski pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim putaran II tinggal sebulan lagi, DPW PKB Jawa Timur pimpinan Imam Nahrowi hingga kini belum menentukan dukungan pada kedua pasang calon gubernur dan cawagub.Kedua Cagub dan cawagub sama-sama berpeluang mendapat dukungan PKB.
Wakil ketua DPW PKB Jatim, Masud Adnan menyatakan hingga kini masih menunggu rapat pleno meski ketua Dewan syuro, KH Azis Mansyur sudah menyatakan mendukung pasangan Soekarwo- Saipul (Karsa).” Tentu DPW akan menetukan dukungan, tapi ini kan masih lama kan masih satu bulan, nunggu rapat pleno DPW dulu,”ujar Masud Adnan menjawab wartawan disela-sela acara kondolidasi pengurus DPC PKB se Jatim di Graha Gus Dur Jombang, Selasa (7/10). Hadir dalam kegiatan tersebut ketua umum DPP PKB Muhaimin Iskandar bersama Hilmi Faisal serta KH Azis Mansyur.
Masud menambahkan, kedua pasang cagub dan cawagub sama-sama memiliki peluang mendapat dukungan dari partai yang kelahirannya dibidani NU ini. “ peluangnya sama. Dan kedua calon baik Karsa dan Kaji, juga sudah melakukan pendekatan ke DPW,’ujarnya.
PKB tambah Masud yang juga menjadi sekretaris LPP PKB ini, menjadi penentu bagi kedua pasangan cagub dan cawagub. Karena secara legitimasi, partai berlambang bola dunia ini merupakan partai yang kelahirannya dibidani oleh NU.” Mereka jelas membutuhkan legitimasi ini. Legitimasi partai berbasis NU ini sangat menentukan. Selama PKB belum bersikap yang lain masih menunggu,”imbuhnya.
Mengapa butuh PKB ? dikatakan Masud, karena partai yang secara resmi kelahirannya dibidani NU adalah PKB meski ada partai-partai juga memilikibasis yang sama. Yang kedua kepengurusan PKB hingga ranting ada pengurus NU. “Termasuk tiga pengurus NU yang mendapatkan rekomendasi langsung oleh PW NU dengan tanda tangan Rois dan tanfidz, mencalegkan dari PKB ”ujarnya seraya menyebut tiga nama, Sholeh Hayat Wakil Tanfidz, Ir Qodri dan HM Syaifuddin, katib syuriah PW NU.ketiganya nampak hadir dalam konsolidasi DPC PKB se Jatim di Graha Gus Dur Jombang
Selasa, 07 Oktober 2008
Ratusan Spanduk dan Baliho di Turunkan Satpol PP
Petugas satpol PP saat menurunkan baliho pasangan calon gubernur nomor urut 5, Karsa yang terletak di simpang tiga Jombang.
Termasuk Baliho Cagub
Jombang, Bhirawa
Ratusan spanduk dan baliho diturunkan petugas satuan polisi pamong praja (satpol PP) Jombang, Selasa (7/10). Tidak terkecuali baliho calon gubernur dan wakil gubernur yang masuk putaran ke dua, Kaji dan Karsa ikut diturunkan. Pasalnya ratusan spanduk dan baliho ini tidak memiliki ijin dan mengganggu ketertiban.
Operasi penertiban spanduk dan baliho tidak berijin dilakukan disepanjang jalan perkotaan ini dipimpin langsung kasi pengendalian dan operasi (kasi Dal-ops) satpol PP, Wiko Diaz. Hasilnya ratusan spanduk dan baliho yang terpampang disepanjang jalan ini diturunkan paksa.
Ratusan spanduk yang berhasil diturunkan itu diantaranya berada di Jalan KH Wahid Hasyim, A Yani, Brigjen kertarto, Merdeka dan gatot Subroto.” Kita tertibkan karena spanduk dan baliho tidak berijin dan mengganggu keindahan kota,”ujar Wiko disela-sela penertiban.
Dalam penertiban yang dilakukan petugas satpol PP kemarin, dikatakan Wiko, paling banyak didominasi spanduk dan baliho ucapan selamat hari lebaran. “ Ada dari sponsor-sponsor, lembaga pendidikan dan juga calon gubernur dan caleg,’tandas pria yang pernah menjadi ajudan bupati ini mengatakan.
Ditambahkannya, bahwa operasi penertiban sesungguhnya adalah kegiatan rutin, namun selama bulan puasa dan menjelang lebaran kemarin petugas masih memberikan toleransi.” Karena semakin marak dan menggangu keindahan dan ketertiban maka kita tertibkan,”imbuhnya. rur
Senin, 06 Oktober 2008
Musholla Sehat LAZIS NU
JOMBANG
Pembangunan kamar mandi dan tempat wudlu bantuan Lazis NU Jombang untuk mewujudkan Musholla sehat di dusun Klampisan Desa Tondowulan kecamatan Plandaan nampak sudah rampung. Pembangunan dilaksanakan sejak pertengahan bulan puasa romadhon lalu.
Sebelumnya musholla yang terletak di pelosok desa sekitar 30 Km dari Kota Jombang ini hanya memiliki tempat wudlu dari gentong yang terletak di samping bangunan." Al Hamdulillah pembangunan tempat wudlu permanen bantuan LAZIS NU Jombang rampung, terima kasih semoga bermanfaat bagi jamaah,"tutur Mahfudz ketua ranting NU Tondowulan menuturkan.
Lazis NU Jombang bersama PP Seblak Diwek rencananya menyalurkan bantuan program pembangunan sanitasi, kamar mandai dan tempat wudlu permanen pada 10 musholla yang tersebar di beberpa kecamatan.
"Mulai besuk pembangunan tempat wudlu juga dilakukan di Musholla dusun kedunglempuk Desa pesantren kecamatan Tembelang. Dan insyaallah juga membangun di Dusun Mojoduwur Mojowarno,"ujar Rifai salah satu pengurus LAZIS menuturkan.
Halal Bi Halal DI hari Pertama

Bupati Suyanto didampingi Ny Wiwiek Suyanto bersama Wabup Widjono Soeparno dan istri berhalal bi halal dengan seluruh pegawai dilingkungan pemkab Jombang. ramadlan
Salam-Salaman

Bupati Suyanto bersama Wabup Widjono saat menyerahkan kendaraan operasional penyuluh KB dilapangan pemkab Jombang. ramadlan
Bupati Bagikan Kendaraan Operasional Penyuluh KB
Jombang, Bhirawa
Sebanyak 80 penyuluh keluarga berencana (KB) dikabupaten Jombang, Senin (6/10) menerima kendaraan opersional. Pembagian kendaraan opersional dilakukan bupati Suyanto didampingi wakil bupati Widjono Soeparno dihari pertama masuk paska cuti bersama lebaran.
Kendaraan operasinal warna biru dengan tulisan keluarga berkualitas, 2 anak cukup tersebut diperuntukkan bagi petugas lapangan Badan Keluarga Berencana ditiap-tiap kecamatan berasal dari alokasi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD kabupaten Jombang 2008.
“Semoga kendaraan operasional ini bisa menambah peningkatan kinerja petugas lapangan semakin intensif melakukan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya KB. Dan jangan digunakan untuk hal-hal yang lain,”pesan Suyanto saat menyerahkan simbolik pada beberapa petugas lapangan.
Disamping menyerahkan kendaraan operasional bagi penyuluh KB, dihari pertama masuk paska cuti bersama bupati dan wakil bupati yang baru dilantik 24 September lalu ini juga mengadakan Halal bi Halal bersama seluruh pegawai dilingkungan pemkab Jombang. Hampir seluruh pegawai ikut berjabat tangan dengan bupati dan wabup baru ini.
“ Saya ucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini, dan marilah kita lanjutkan memberikan pelayanan kepada masyarakat,”tutur Suyanto yang menjabat bupati Jombang dua periode ini mengatakan.
Usai menggelar Apel dan Halal bi Halal bersama yang digelar di halaman kantor pemkab Jombang, bupati meminta jajaran dibawahnya yakni Sekda, BKD dan Bawasda untuk melakukan sidak kepada pegawai yang tidak masuk setelah menjalani libur panjang lebaran. Rur
Pilkada Usai, PPS Belum Dibayar
BUPATI PUN SUDAH DI LANTIK
Jombang, Bhirawa
Sudah hampir tiga bulan Pemilihan kepala daerah kabupaten Jombang usai. Bahkan bupati dan wakil bupati terpilih telah dilantik oleh Pj Gubernur Jatim, 24 September lalu. Namun sebagian Panitia Pemungutan Suara (PPS) ditingkat desa belum menikmati hasil keringatnya alias belum terbayar.
Salah satu PPS yang belum menerima honor adalah PPS Desa Tondowulan Kecamatan Plandaan. Sudah tiga bulan honor sebagai panitia pilkada di tingkat desa belum diterima.” Yang terakhir honor PPS yang kita terima bulan Juni, selanjutnya hingga kini belum menerima,”ujar Abdurrahman ketua PPS kepada bhirawa, Senin (6/10).
Pihaknya mengaku tidak mengetahui mengapa honor panitia pilkada kabupaten Jombang yang dilaksanakan 23 Juli lalu berbarengan dengan pilgub Jatim hingga kini belum terbayar. Padahal lanjutnya laporan kegiatan dan keuangan sudah selesai dikerjakan. “ Tidak tahu apakah memang dari KPU nya atau PPK nya yang molor,”imbuhnya.
Abdurrahman mengatakan meski honor PPS nilainya tidak seberapa, namun bagi masyarakat desa, uang kehormatan yang merupakan hasil kerja selama pelaksanaan pilkada sangat berarti. “Apalagi menjelang lebaran kemarin, dan hampir semua PPS di kecamatan Plandaan belum menerima. Padahal kita sudah dilantik kembali menjadi PPS pemilu 2009,”tandasnya seraya mengatakan honor PPS untuk ketua sekitar Rp 130 ribu sedangkan anggota Rp 120 ribu.
Di konfirmasi terpisah, anggota KPU kabupaten Jombang, Sayekti membenarkan adanya PPS yang belum menerima honor. Namun dikatakannya pihaknya tidak mengetahui alas an keterlambatan pencairan honor sebagian PPS tersebut. “ Informasinya di PPK belum terbentuk bendahara PUMKnya sehingga honor belum bias di cairkan. Coba Tanya langsung ke secretariat atau bendahara KPU,”pintanya.
Seperti diketahui, pilkada kabupaten Jombang yang diikuti tiga kontestan dilaksanakan pada 23 Juli berbarengan dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim. Bahkan pasangan Suyanto- Widjono yang diusung PDIP dinyatakan sebagai pemenang sudah dilantik oleh Pj Gubernur Jatim, Setia Purwaka pada 24 September lalu melalui Paripurna DPRD setempat. Rur
Jombang, Bhirawa
Sudah hampir tiga bulan Pemilihan kepala daerah kabupaten Jombang usai. Bahkan bupati dan wakil bupati terpilih telah dilantik oleh Pj Gubernur Jatim, 24 September lalu. Namun sebagian Panitia Pemungutan Suara (PPS) ditingkat desa belum menikmati hasil keringatnya alias belum terbayar.
Salah satu PPS yang belum menerima honor adalah PPS Desa Tondowulan Kecamatan Plandaan. Sudah tiga bulan honor sebagai panitia pilkada di tingkat desa belum diterima.” Yang terakhir honor PPS yang kita terima bulan Juni, selanjutnya hingga kini belum menerima,”ujar Abdurrahman ketua PPS kepada bhirawa, Senin (6/10).
Pihaknya mengaku tidak mengetahui mengapa honor panitia pilkada kabupaten Jombang yang dilaksanakan 23 Juli lalu berbarengan dengan pilgub Jatim hingga kini belum terbayar. Padahal lanjutnya laporan kegiatan dan keuangan sudah selesai dikerjakan. “ Tidak tahu apakah memang dari KPU nya atau PPK nya yang molor,”imbuhnya.
Abdurrahman mengatakan meski honor PPS nilainya tidak seberapa, namun bagi masyarakat desa, uang kehormatan yang merupakan hasil kerja selama pelaksanaan pilkada sangat berarti. “Apalagi menjelang lebaran kemarin, dan hampir semua PPS di kecamatan Plandaan belum menerima. Padahal kita sudah dilantik kembali menjadi PPS pemilu 2009,”tandasnya seraya mengatakan honor PPS untuk ketua sekitar Rp 130 ribu sedangkan anggota Rp 120 ribu.
Di konfirmasi terpisah, anggota KPU kabupaten Jombang, Sayekti membenarkan adanya PPS yang belum menerima honor. Namun dikatakannya pihaknya tidak mengetahui alas an keterlambatan pencairan honor sebagian PPS tersebut. “ Informasinya di PPK belum terbentuk bendahara PUMKnya sehingga honor belum bias di cairkan. Coba Tanya langsung ke secretariat atau bendahara KPU,”pintanya.
Seperti diketahui, pilkada kabupaten Jombang yang diikuti tiga kontestan dilaksanakan pada 23 Juli berbarengan dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim. Bahkan pasangan Suyanto- Widjono yang diusung PDIP dinyatakan sebagai pemenang sudah dilantik oleh Pj Gubernur Jatim, Setia Purwaka pada 24 September lalu melalui Paripurna DPRD setempat. Rur
Minggu, 05 Oktober 2008
Rayakan Lebaran Dengan Pesta Miras
Dua Tewas Satu Dirawat di RS
Jombang, Bhirawa
Diduga akibat menenggak minuman keras berlebihan, Dua orang warga Desa Sumber Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, meninggal, Sabtu (4/10). Kedua pemuda yang meninggal usai menggelar pesta Miras adalah Satiran (37) dan Paryanto (23). Sedangkan satu pemuda lainnya, yakni Sugiyanto (26), kini masih harus menjalani perawatan di rumah sakit Kristen Mojowarno Jombang.
Informasi yang dihimpun menyatakan, ketiga pemuda ini menggelar pesta miras pada, Kamis (2/10) lalu, tepatnya sehari setelah merayakan Lebaran. Ketiganya menenggak miras bercampur suplemen secara bergiliran, di belakang villa Tjahyono, yang terletak di Dusun/Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Jombang yang merupakan kawasan Wisata dan penginapan.
Dugaan keduanya meningggal akibat Miras dibuktikan dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan aparat kepolisian Polsek Wonosalam. Petugas berhasil menemukan barang bukti berupa tiga buah kantong plastik berisi sisa bekas minuman arak putih yang sudah tercampur dan satu botol minuman suplemen.
Sebenarnya, usai menggelar pesta miras, ketiga pemuda ini juga sempat berlebaran bersama keluarga mereka. Bahkan, Paryanto sempat berkunjung ke kerabat dan keluarga di Pare Kediri, sedangkan Satiran berlebaran ke Kasembon Malang.
Ketiga pemuda ini baru mengalami gejala aneh satu hari kemudian, ketiganya bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit. Sugianto dilarikan ke rumah sakit Kristen Mojowarno sedangkan Satiran dan Paryanto dilarikan ke rumah sakit Kasembon dan rumah sakit Pare.
Namun dua hari menjalani perawatan di RS tersebut, Satiran dan Paryanto akhirnya meninggal dunia. Sementara itu, korban Sugianto yang sempat mengalami kondisi kritis saat ini sudah mulai membaik. Korban yang dibawa ke rumah sakit hari Jumat (5/10) lalu saat ini sudah mulai sadar.
Kapolsek Wonosalam, AKP Abdul Syukur, Kapolsek Wonosalammenyatakan pihaknya masih melakukan penyidikan. “Saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan. Termasuk melakukan olah TKP yang terletak sekitar 200 meter di belakang villa Tjahyono Wonosalam,” terangnya, Minggu (5/10).
Syukur menambahkan, dari hasil olah TKP, polisi menemukan barang bukti berupa tiga buah kantong plastik berisi sisa bekas minuman arak putih yang sudah tercampur dan satu botol minuman suplemen.”Saat ini kami masih melakukan penyelidikan tentang campuran minuman keras yang diminum ketiga korban serta asal minuman keras tersebut berasal, “ tandasnya.rur
Jombang, Bhirawa
Diduga akibat menenggak minuman keras berlebihan, Dua orang warga Desa Sumber Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, meninggal, Sabtu (4/10). Kedua pemuda yang meninggal usai menggelar pesta Miras adalah Satiran (37) dan Paryanto (23). Sedangkan satu pemuda lainnya, yakni Sugiyanto (26), kini masih harus menjalani perawatan di rumah sakit Kristen Mojowarno Jombang.
Informasi yang dihimpun menyatakan, ketiga pemuda ini menggelar pesta miras pada, Kamis (2/10) lalu, tepatnya sehari setelah merayakan Lebaran. Ketiganya menenggak miras bercampur suplemen secara bergiliran, di belakang villa Tjahyono, yang terletak di Dusun/Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Jombang yang merupakan kawasan Wisata dan penginapan.
Dugaan keduanya meningggal akibat Miras dibuktikan dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan aparat kepolisian Polsek Wonosalam. Petugas berhasil menemukan barang bukti berupa tiga buah kantong plastik berisi sisa bekas minuman arak putih yang sudah tercampur dan satu botol minuman suplemen.
Sebenarnya, usai menggelar pesta miras, ketiga pemuda ini juga sempat berlebaran bersama keluarga mereka. Bahkan, Paryanto sempat berkunjung ke kerabat dan keluarga di Pare Kediri, sedangkan Satiran berlebaran ke Kasembon Malang.
Ketiga pemuda ini baru mengalami gejala aneh satu hari kemudian, ketiganya bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit. Sugianto dilarikan ke rumah sakit Kristen Mojowarno sedangkan Satiran dan Paryanto dilarikan ke rumah sakit Kasembon dan rumah sakit Pare.
Namun dua hari menjalani perawatan di RS tersebut, Satiran dan Paryanto akhirnya meninggal dunia. Sementara itu, korban Sugianto yang sempat mengalami kondisi kritis saat ini sudah mulai membaik. Korban yang dibawa ke rumah sakit hari Jumat (5/10) lalu saat ini sudah mulai sadar.
Kapolsek Wonosalam, AKP Abdul Syukur, Kapolsek Wonosalammenyatakan pihaknya masih melakukan penyidikan. “Saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan. Termasuk melakukan olah TKP yang terletak sekitar 200 meter di belakang villa Tjahyono Wonosalam,” terangnya, Minggu (5/10).
Syukur menambahkan, dari hasil olah TKP, polisi menemukan barang bukti berupa tiga buah kantong plastik berisi sisa bekas minuman arak putih yang sudah tercampur dan satu botol minuman suplemen.”Saat ini kami masih melakukan penyelidikan tentang campuran minuman keras yang diminum ketiga korban serta asal minuman keras tersebut berasal, “ tandasnya.rur
Langganan:
Postingan (Atom)
